banyak pembangunan yang mengatas namakan kepentingan rakyat, kepedulian terhadap rakyat, tapi itu hanya kedok yang dilakukan para petinggi demi yang namanya proyek lihat saja banyak pasar2 tridisional yang tergusur oleh bangunan modern seperti mal2 atau pasar modern, tapi apa imbasnya bagi rakyat jelata sejak pasar2 tradisionil tempatnya menggantungkan hidup untuk mencari nafkah harus tergusur tergantikan kecongkakkan bangunan modern tersebut. atau para masyarakat yang harus bersusah payah mencari pasar tradisional yang lain setelah para pedagangnya lari entah kemana lantaran ngak sanggup membayar sewa lapak2 bangunan modern tersebut atau karena pasarnya sudah luluh lantak dan menjadi bangunan mal
kita bukan anti terhadap pembangunan dan kemajuan kota, tapi pernahkah kita melihat apa yang diperlukan para rakyat jelata dalam memenuhi keperluan mereka sehari2 mana yang mereka tuju pasar tradisional disana mereka lebih bisa berinteraksi lebih natural, bisa tawar menawar, bisa minta nambah ato kadang klo ngak cukup uang nya masih bisa ngutang dulu ntar besok bisa dibayar, yah walaupun becek tapi pasar tradisional kan selalu identik dengan becek ya...ngak apalagi pas hujan turun wah ngak tau d eh gimana baunya. para penjual tetap betah berjualan dipasar tradisional soalnya kenapa lebih murah harga sewa tempat atau lapaknya.
n ngak mungkin kan kita klo beli cabe rawit ato tomat 500 perak harus masuk mal atau pasar modern trus harga parkir harus bayar 1000 perak untuk perjam kan ngak masuk akal, mal boleh ada pasar modern juga boleh tapi jangan hilangkan pasar tradisional tetap pertahankan yang tradisional karena sudah merakyat dan memang untuk rakyat jelata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar